Keledai dan Anjing

Diterjemahkan dari milis HR Community, pernah dikirim ke milis HRD_Parafinance pada tanggal 09-09-09

Ada seorang pria dengan profesi tukang cuci yang memiliki seekor keledai dan
seekor anjing. Suatu hari saat dunia sedang terlelap, seorang pencuri masuk
ke dalam rumahnya, si tukang cuci lelap tertidur namun keledai dan anjingnya
masih terbangun. Anjing memutuskan untuk tidak menggonggong karena ia merasa
majikannya (tukang cuci) tidak memelihara dia dengan baik dan ingin
memberikan pelajaran kepada majikannya tersebut.

Keledai merasa kuatir dan mengatakan kepada anjing bahwa jika dia tidak
menggonggong maka keledai akan mengambil tindakannya sendiri. Anjing tidak
merubah pikirannya dan si keledai pun mulai meringkik dengan keras.

Mendengar suara keledai, pencuri tersebut kabur, dan sang majikan bangun serta
mulai memukuli keledai karena bersuara di tengah malam tanpa alasan. Makna
cerita ini adalah : Seseorang tidak boleh melakukan pekerjaan selain
pekerjaannya sendiri.

Sekarang lihatlah cerita yang sama dengan pandangan berbeda :

Misalkan majikan adalah bukan seorang tukang cuci tapi adalah seorang pria
berpendidikan tinggi. Dia seorang yang suka melihat sesuatu dari gambaran yang
lebih luas dan berpikiran luas dan kreatif (out of the box). Dia merasa yakin
bahwa pastinya ada suatu alasan yang kuat bagi keledai tersebut untuk
meringkik di tengah malam. Pria tersebut berjalan keluar dan mencoba
menemukan fakta-fakta, menerapkan pendekatan dari bawah ke atas (bottom-up),
menemukan bahwa seorang pencuri berusaha untuk masuk dan keledai hanya ingin
mengingatkan dia mengenai hal itu.

Melihat inisiatif ekstra dari keledai dan usahanya untuk mengerjakan sesuatu
melebihi dari yang diharapkan darinya, majikannya memberi penghargaan
kepadanya dengan jerami yang banyak dan penghargaan lain serta menjadikannya
peliharaan kesayangan. Hidup dari si anjing tidak berubah banyak, kecuali
saat ini keledai lebih termotivasi untuk melakukan tugas anjing.

Dalam penilaian kinerja tahunan, anjing dinilai dengan nilai standar 3 (sama dengan “ME” = Meet Expectations). Segera si anjing menyadari bahwa keledai sudah mengambil pekerjaannya dan dia dapat lebih menikmati waktunya dengan tidur dan bermalas-malasan. Sepertinya anjing sudah tidak ingin pindah kemana-mana lagi. Suatu saat ketika dia sudah bertambah tua, majikannya ingin menggantikannya dengan anjing baru yang lebih muda, tegap, dan bertenaga.

Dalam penilaian kinerja tersebut, Keledai dinilai sebagai di atas standar
atau “Star Performer”. Keledai tersebut harus menyesuaikan diri dengan
standar kinerja tinggi yang sudah diberikan padanya. Tak lama sesudah itu dia
dilimpahi banyak pekerjaan, selalu bekerja dalam tekanan dan saat ini sedang
mencari pekerjaan baru.  Catatan : Sebagai star performer, cukup banyak yang tertarik untuk membeli keledai tersebut.

*Disclaimer*:*  Semua karakter dalam cerita ini tidak semuanya fiktif. Bila
terdapat kemiripan terhadap orang tertentu, itu adalah disengaja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s