Officer Development Program : Apakah Ini yang Kumau?

Baru saja saya menemui kandidat keseratus dari sekian banyak pelamar yang saya wawancarai untuk posisi Officer Development Program di perusahaan saya. Mereka masih muda, lulusan-lulusan terbaik dari kampusnya, dan mereka tampak sangat bersemangat. Untuk menemui satu kandidat dan menjawab pertanyaan mereka mengenai program ini, bisa menghabiskan waktu saya sampai dengan 1 jam untuk satu peserta. Saya senang dengan antusiasme mereka dan kejujuran mereka dalam menjawab sehingga saya pun tidak pusing harus menerka-nerka sesuaikah mereka untuk program ini. Salah satu contoh kejujuran mereka tampil dalam pernyataan seperti “Saya masih belum memahami perusahaan ini bergerak di bidang apa..”, “Saya sudah coba melamar di beberapa perusahaan namun belum diterima..” dan jawaban lainnya yang membuat saya tersenyum sendiri.

Mereka pun sangat aktif dalam bertanya. Pertanyaan mereka sangat detail dan menjelimet, bukti keberhasilan pendidikan di masa sekarang, mereka diminta untuk proaktif dalam mengejar informasi. Namun di sisi lain, tampak unsur demanding mereka bagi penyedia informasi untuk memberikan informasi yang sejelas-jelasnya dan selengkap mungkin. Bahkan salah satu peserta dari luar kota menanyakan ke saya : “Mbak, kost-an nya ada TV nya gak ya?”

Satu peserta ketika ditanya mau jadi apa nanti?, dengan bulat dan tegas menjawab ingin jadi manager. Berapa lama lagi kamu mau jadi manager?- pertanyaan saya berikutnya, maka jawabannya pun “2 tahun”. Semua nampak begitu percaya diri, komunikatif dan matang. Hasil dari beberapa pelatihan formil yang sekarang mulai menjamur, yaitu mengenai persiapan memasuki dunia kerja, persiapan tes & interview, dan sebagainya. Dan yang lebih membuat saya awalnya cukup terkaget-kaget (sekarang sudah biasa) adalah ekspektasi gaji mereka yang bisa dikatakan sama dengan level managerial saat ini. Bahkan ada yang meminta gaji dua digit hanya karena dia lulusan dari universitas luar negeri.

Ketika ditanyakan mengenai motivasi untuk menjadi trainee Officer Development Program (ODP), jawaban yang umum ditemui adalah :

Ingin menjadi bagian dari sebuah perusahaan yang mapan / berkembang dengan baik, terkenal, dsb. Namun ketika digali lebih dalam lagi, ditanyakan pertanyaan sejenis “Selain di perusahaan ini, Anda melamar di mana lagi?”, maka akan timbul jawaban seperti “Di bank XYZ, tivi ABC, (saya buat anonim)” dan lain sebagainya. Nama-nama yang biasanya lebih terkenal atau perusahaan-perusahaan yang sudah established dibanding dengan perusahaan yang sedang dilamar si kandidat ODP. Di satu sisi, ini memberikan bukti bagi pewawancara bahwa si kandidat ODP cukup percaya diri dengan kemampuannya dan ia berani mencoba di perusahaan dengan reputasi baik dan memiliki standar yang baik pula dalam seleksi calon karyawannya. Namun di sisi lain, perusahaan yang saat ini sedang dilamar tersebut nampaknya bukan prioritas nomer satu dan hanya sekedar menjadi cadangan.

Ingin berkembang, ingin mendapatkan ilmu, dsb. Dengan mengikuti ODP, mereka berharap bisa mendapatkan ilmu yang menyeluruh dan menguasai proses bisnis di perusahaan. Mereka pun dapat mendeskripsikan dengan baik motivasi tersebut dan rata-rata sudah memiliki perencanaan karir pribadi terkait dengan motivasi tersebut. Namun ketika digali lebih dari pertanyaan di atas, ternyata sebagian besar dari mereka tidak melamar untuk posisi ODP. Bahkan ada yang melamar sebagai teller / frontliner / admin. Sekali lagi merupakan suatu bukti bahwa ODP bukanlah tujuan utama mereka. Selain itu, program trainee ini umumnya memiliki rentang waktu yang cukup panjang untuk belajar, baik di satu bidang (spesialis) maupun di seluruh bidang (generalis). Kalau belajar bukanlah passion utama, minat belajar kurang (dapat diamati dari kebiasaan waktu kuliah, apakah seorang SKSwan/SKSwati, niscaya tidak akan betah dalam menjalani kegiatan belajar ini.

Ingin menjadi manager, ingin memiliki jenjang karir yang baik, dsb. Officer Development Program, Management Trainee, Management Development Program, dan sebagainya, memang menawarkan suatu kelebihan, yaitu tersedianya jenjang karir bagi lulusan-lulusannya, yang lebih cepat daripada jalur karir umumnya. Hal ini sepenuhnya tidak salah. Banyak saya temui mereka yang duduk di senior level di management adalah lulusan dari program ‘fast track’ tersebut. Namun pengalaman saya selama mengelola program sejenis ini membuktikan bahwa performance setelah luluslah yang pada akhirnya akan menentukan ‘kecepatan’ dalam menapaki jenjang karir. Akselerasi umumnya ditemui setelah lulus. Banyak program Trainee mengangkat lulusannya menjadi Supervisor, Assistant Manager, bahkan Manager begitu lulus. Namun peserta program terkadang tidak menyadari bahwa bekerja sesuai standar dan mencapai nilai Performance Appraisal 3 dari skala 5, hanya akan membuat karir mereka bergerak seperti karyawan yang masuk dari level staff. Jadi, karir cepat lebih ditentukan oleh kinerja kita saat ini, bukan history kita sebagai ODP. ODP merupakan batu loncatan, tools yang disediakan oleh perusahaan. Bagaimana seseorang konsisten untuk menjadi luar biasa dalam mengerjakan tugasnya (sebagaimana lulusan ODP umumnya adalah 5% lulusan terbaik dari universitasnya) lah yang pada akhirnya akan menentukan jenjang karirnya.

Ingin menjadi pribadi yang mandiri. Umumnya persyaratan dari suatu ODP adalah bersedia di tempatkan di seluruh Indonesia. Jawaban ini timbul dari mereka-mereka yang ingin mencari identitas. Mereka yang selama ini masih sepenuhnya diarahkan oleh orangtua atau keluarga dalam pengambilan keputusan. Sebagai seorang developmentalist, saya sangat menghargai alasan ini. Namun bila masih tampak indikasi-indikasi seperti pertanyaan yang terlalu detail mengenai penempatan, meminta kepastian bahwa penempatan hanya akan di Pulau Jawa, meminta waktu untuk mendiskusikan keputusan bergabung atau tidak dengan keluarga, hanya akan memberi petunjuk lebih kepada saya bahwa sampai saat ini langkah-langkah kecil untuk menjadi pribadi mandiri pun belum dilakukan oleh sang calon Trainee ODP, apalagi langkah besar yang akan diambilnya.

So, berdasar pengalaman saya, berikut beberapa tips yang saya ingin bagikan kepada adik-adik yang hendak melamar posisi Management Trainee, Officer Development Program, dan sebagainya :

  • Coba cari informasi mengenai perusahaan tersebut. Sebisa mungkin kamu tahu nilai dan ekspektasi mereka mengenai profil ODP yang mereka harapkan. Sebagian besar perusahaan biasanya menyediakan presentasi untuk menjelaskan program tersebut.
  • Tanyakan kepada diri sendiri : Apakah saya memang suka belajar? Apakah saya memang ingin mengikuti ODP? Apakah memang hasrat (passion) saya memang adalah untuk menjadi seorang trainee? Apakah saya siap untuk mengikuti ujian bahkan sidang kompre lagi? Kalau kamu menjawab “ya” untuk pertanyaan di atas, maka kamu siap untuk menjadi Trainee.
  • Cek kembali sejarah kamu dalam melamar pekerjaan. Kalau memang kamu melamar untuk semua posisi, berarti tujuan utama kamu bukan menjadi seorang Management Trainee. Kemukakan hal lain yang menurut kamu bisa dinilai positif dalam hal ini. Misal dari segi perusahaan, atau kamu memang mentargetkan diri kamu sendiri untuk memiliki sebuah pekerjaan, baik itu ODP ataupun bukan.
  • Menanyakan kesiapan dirimu sendiri untuk menjadi seorang STAR dalam setiap langkahmu. Seorang bintang dituntut untuk menampilkan performance layaknya seorang bintang. Kamu tidak bisa tampil di muka umum tanpa riasan ataupun baju yang pantas sebagaimana profesimu. Demikian juga dengan label lulusan ODP, kamu adalah lulusan terbaik, dididik dengan khusus, maka prestasimu dalam bekerja janganlah biasa-biasa saja. Berarti usaha yang kamu lakukan harus dua kali lipat dari mereka yang masuk lewat jalur normal.
  • Tunjukkan percaya dirimu dan kemandirianmu, baik dalam bersikap, bertutur kata maupun dalam pengambilan keputusan. Jangan kemukakan alasan bahwa kamu mungkin tidak akan diizinkan orangtua untuk ditempatkan di seluruh Indonesia, atau hal-hal lain yang menceritakan bahwa kamu masih sangat dalam kontrol orangtuamu.

14 responses to “Officer Development Program : Apakah Ini yang Kumau?

  1. oke,,,,,,semoga ni dapat membantu saya aminnnnnnnnnn

  2. trima kasih atas informasinya….ini sangat membantu saya dalam mengambil keputusan selanjutnya🙂

  3. makasih infonya……… 🙂

  4. Wah akhirnya bisa nemu juga informasi seputar Management Development Program. Menambah wawasan saya tentang apa itu MDP, ODP, MT. Terima kasih mbak sebelumnya, tulisan ini sangat membantu saya untuk mencari referensi tambahan. Tapi saya ada beberapa pertanyaan, Kandidat untuk MDP, ODP dan MT itu sendiri seperti apa, apakah mereka yg memiliki kemapuan di atas rata-rata (passing gradenya bagus)? Kalau iya berapakah standar minimum TPA nya? Apa saja yang perlu dipersiapkan saat apply posisi ini? Apakah cukup bermodal pintar, keinginan belajar yg tinggi saja untuk dapat melewati serangkaian tes untuk posisi ini? Terima kasih, mbak essy sekali lagi untuk ‘secangkir kopi’ ODP-nya

  5. mantap penjelasan nya, makasih admin,, sangat banyak membantu,
    sukses buat Anda dan kita semua…

  6. semoga saya bisa ^^

  7. membantu sekali. terimakasih

  8. semoga saja biisssaaaa…

  9. terimakasih kak,,,Alhamdulillah ini bermanfaat bagi saya…semoga untuk langkah selanjutnya dipermudah..aamiin

  10. Terima kasih mbak atas masukannya🙂

  11. nice post🙂
    bisa menjadi masukan dan pembelajaran untuk saya yang masih semester 6 dalam menghadapi langkah awal memasuki dunia kerja ..

  12. Terimakasih banyak untuk artikelnya, bagus dan lugas🙂

  13. Hari ini saya akan menjalani interview utk posisi ODP dan saya menemukan posting ini. Thank you for sharing..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s