Menjawab pertanyaan interview : Mengapa anda resign?

Hari ini saya bertemu dengan seorang teman, yang  baru saja mengundurkan diri dari pekerjaannya setelah bekerja selama 7 (tujuh) tahun di sebuah perusahaan. Terus terang, pada awalnya saya adalah orang yang selalu mempertanyakan, kenapa dia masih bekerja di tempat yang sama selama itu. Selama bertahun-tahun saya memang sering mendengarkan curhatannya mengenai suasana pekerjaan di tempatnya bekerja. Dari ceritanya tersebut, salah satunya adalah begitu banyak tanggung jawab yang dibebankan kepadanya namun kurang disertai dengan penghargaan yang sesuai. Selain itu, tidak adanya perkembangan dalam hal karir. Yang lebih parah, banyak pula hal-hal yang bertentangan dengan nurani, yang harus dilakukannya sesuai dengan arahan atasan ataupun kebijakan perusahaan.

Menurut beberapa sumber, ada beberapa penyebab orang memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan saat ini :

  • Tidak suka pada pekerjaan. Kadang seseorang mengambil sesuatu pekerjaan, bukan karena mereka menyukai pekerjaan itu tetapi lebih karena mereka membutuhkan pekerjaan tersebut. Yang penting keluarga dapat terpenuhi kebutuhannya. Wajar saja, bila melakukannya pun kadang tidak sepenuh hati.  Dalam hal ini, sangatlah perlu mempertanyakan kepada diri sendiri, apakah memang kita sanggup mengerjakan hal yang tidak kita minati. Bila kita belum mengenali minat kita, coba
  • Tidak mendapat feedback. Feedback bagi karyawan sangat penting, sama pentingnya sebagaimana feedback untuk perusahaan maupun untuk produk. Dengan tidak adanya feedback, seseorang minim petunjuk bagaimana posisi dia saat ini. Apakah dia cukup kompeten untuk tugas selama ini atau apakah dia sudah berhasil mengerjakan semuanya dengan baik? Dalam hal ini, peran penilaian kinerja untuk memberikan penilaian yang objektif dan feedback kepada karyawan dalam sebuah perusahaan menjadi suatu kebutuhan bagi perusahaan di masa kini.
  • Karir tidak berkembang. Tidak adanya project atau kesempatan bagi karyawan akan membuat karyawan mengalami rutinitas yang cenderung monoton. Hal ini juga membuat ia tidak mampu menunjukkan lebih dari apa yang selama ini ia sudah tampilkan.
  • Bayaran yang tidak sesuai atau terlalu rendah. Kadang hal ini juga disebabkan calon karyawan tidak menunjukkan nilai tawar ketika direkrut. Entah karena saat itu memang sangat membutuhkan pekerjaan dikarenakan habis mengalami PHK atau adanya toleransi pihak perusahaan yang terlalu rendah terhadap kompetensi yang kurang memadai dari calon karyawan dikarenakan sulitnya mencari kandidat yang ‘perfect’.
  • Tidak cocok dengan atasan. Tidak cocok disini bisa berarti tidak cocok secara cara kerja atau tidak cocok dari segi kepribadian. Ada orang yang sangat membutuhkan deskripsi tugas yang jelas sementara atasannya adalah orang yang tidak senang mengurusi detail termasuk menyampaikan instruksi yang detail kepada anak buahnya. Atau atasan anda seseorang yang pemarah sedangkan anda adalah orang yang tidak suka dengan orang pemarah.
  • Tidak merasa dihargai. Seseorang umumnya akan mendapatkan harga diri yang lebih baik, yang mengarah kepada konsep diri yang sehat, apabila kepadanya diberikan notifikasi atau penghargaan kepada usaha yang dilakukannya. Bila seorang pekerja sudah merasa bekerja dengan keras namun tidak disertai penghargaan dari perusahaan dapat menyebabkan seseorang memiliki konsep diri yang tidak sehat, yang tidak merasa dirinya berharga dan menimbulkan emosi negatif terhadap pekerjaan maupun perusahaan.
  • Mendapat kesempatan yang lebih baik. Kadang anda bahagia dengan pekerjaan anda saat ini dan dengan lingkungannya. Tidak ada yang salah dengan pekerjaan anda. Push factor (faktor pendorong) nampak berperan minim dalam hal ini. Kadangkala sering ditemui, pull-factor (faktor penarik) bisa menjadi penyebab utama seseorang meninggalkan pekerjaannya. Misalnya gaji yang 2x lebih besar, jabatan yang lebih tinggi, benefit yang lebih baik, lokasi kantor yang lebih dekat dari rumah, dan sebagainya.

Dalam sebuah interview melamar pekerjaan, biasanya akan ditanyakan : “Mengapa anda (akan) resign dari pekerjaan anda sebelumnya?”  Namun kadangkala kita tidak bisa menjawab jujur untuk sebab-sebab diatas dan memang tidak dianjurkan untuk menjawab beberapa dari hal-hal di atas. Beberapa tahun terakhir, sudah terjadi pergeseran dalam penerimaan terhadap alasan kenapa seseorang resign dari pekerjaannya.  Berikut adalah jawaban yang dapat diterima kenapa seseorang meninggalkan pekerjaan (sumber : http://www.job-interview-site.com/reasons-for-leaving-a-job-why-did-you-leave-your-last-job-interview-question.html) :

Pengembangan Karir

Anda dapat mengatakan dengan mudah bahwa anda mencari perubahan dalam peran anda dan menginginkan perkembangan, atau posisi anda saat ini sudah mentok. Hal ini mungkin memberikan alasan yang tepat untuk meninggalkan pekerjaan anda.

Untuk career path anda

Satu alasan ketidakpuasan dasar adalah karir. Ingatlah bahwa hal ini bukan mengenai perusahaan anda atau departemen, tapi kepada karir anda secara keseluruhan. Hal ini akan didukung oleh resume anda bilamana anda memang memiliki profil karir yang kaya dan sedang melamar untuk pekerjaan yang berbeda.

Mencari tantangan

Satu alasan yang paling umum dan sederhana adalah bahwa pekerjaan anda tidak berkembang dan anda berharap dapat menemukan suasana baru dan tantangan yang lebih besar.

Restrukturisasi

Alasan yang umum saat ini adalah restrukturisasi. Ketika sebuah perusahaan mengalami restrukturisasi, dapat terjadi PHK dan dapat terjadi di masa yang akan datang. Jadi, walaupun belum terjadi pada anda, tidak akan ada yang menyalahkan anda untuk mencari pekerjaan baru karena sudah ada beberapa rekan anda atau karyawan dari departemen lain yang mengalami PHK.

Relokasi

Lebih seringnya alasan ini diterima begitu saja oleh sebuah perusahaan.

Peningkatan Pendidikan

Alasan lain yang dapat diberikan adalah peningkatan kemampuan dan pendidikan. Jika anda baru saja mendapat sebuah gelar dan telah memutuskan untuk menggunakan pendidikan anda untuk meningkatkan profile profesional anda, maka hal ini dapat menjadi suatu alasan yang kuat.

Jarak tempat kerja
Kadangkala alasan terlalu banyak waktu yang harus anda tempuh untuk menuju tempat kerja sehingga sedikit waktu yang anda miliki bersama keluarga dapat menjadi alasan yang baik untuk meninggalkan sebuah pekerjaan.

Ingat bahwa anda tidak dapat berbohong mengenai alasan anda berhenti dari pekerjaan anda. Dalam era saat ini dan dikenalnya prosedur cek referensi, menemukan alasan sebenarnya kenapa anda resign adalah semudah menghubungi nomer telepon dari sebuah ponsel.

One response to “Menjawab pertanyaan interview : Mengapa anda resign?

  1. wah jadi dapet ilmunya nih….makasih om postnya sangat membantu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s